Kata kerja dalam bahasa Korea dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori utama: kata kerja aksi (action verbs) dan kata kerja statif (stative verbs).
Kata kerja aksi dalam bahasa Korea adalah prototipe kata kerja yang digunakan untuk menggambarkan berbagai jenis aktivitas fisik atau mental. Kata-kata ini sepadan dengan kata kerja dalam bahasa Inggris dan terkadang disebut sebagai "kata kerja prosesif" dalam penutur lain.
Di sisi lain, kata kerja statif adalah kata kerja yang digunakan untuk menggambarkan, mengidentifikasi, atau mendefinisikan sifat atau karakteristik dari suatu entitas. Mereka juga sering disebut sebagai "kata sifat" atau "kata kerja deskriptif."
A) Kata Kerja aksi dan Kata kerja statif?
Kata kerja statif dalam bahasa Korea sering dikategorikan sebagai kata sifat (hyeong-yong-sa / 형용사) di sebagian besar buku tata bahasa Korea, hanya karena secara semantik (makna) mereka mirip dengan kata sifat dalam bahasa Inggris. Namun, istilah "kata sifat" tidak hanya kurang tepat untuk mencirikan kata kerja statif Korea, tetapi juga menyesatkan terkait perilaku gramatikal aslinya.
Sebagai contoh, dalam bahasa Inggris, salah satu fitur gramatikal paling mencolok yang membedakan antara kata sifat dan kata kerja adalah bahwa kata kerja dapat mengalami perubahan bentuk (inflected) berdasarkan waktu (tense), aspek, dan jumlah, sedangkan kata sifat tidak bisa. Namun, garis pembatas ini menghilang jika kita melihat perilaku gramatikal kata kerja statif dan kata kerja aksi dalam bahasa Korea.
Kata kerja statif Korea dapat dikonjugasikan secara penuh sama seperti kata kerja aksi. Satu-satunya pengecualian adalah mereka tidak dapat digunakan dalam kalimat perintah (imperative) atau kalimat ajakan (propositive). Namun, hal ini murni karena sifat semantiknya (makna), bukan karena gramatikalnya.
Sebagai contoh, tidak masuk akal untuk memerintah atau mengajak seseorang untuk menjadi "pintar, cantik, tinggi, dll" tanpa menggunakan tongkat sihir layaknya ibu perih wkwkw
Oleh karena itu, meskipun kata kerja statif Korea secara semantik mirip dengan kata sifat bahasa Inggris, lebih tepat untuk mengatakan bahwa secara gramatikal mereka harus dikategorikan sebagai kata kerja.
Jadi bisa disimpulkan dalam bahasa korea Kata kerja dibagi dua, yaitu kata kerja aksi(동사), dan kata kerja statif.
Namun dalam kata kerja statif dalam bahasa korea di bagi dua lagi.
Kata kerja statif=> kata kerja deskriptif(동사) dan kata sifat (형용사)
Dan kedepannya untuk lebih mudah aku akan pakai kata kerja(kata kerja aksi) dan kata sifat(kata kerja statif), tapi kalau nanti terpaksa untuk menjelaskan lebih spesifik maka aku akan kembali menggunakan setelan awal.
Lalu Kosakata Kata kerja dan kata sifat bisa mengalami perubahan bentuk berdasarkan waktu (lampau/sekarang/masa depan).
Oke, setelah sedikit memahami tersebut kita lanjut.
Berbeda dengan kata benda, kata kerja dan kata sifat memiliki bentuk dasar yang berakhiran 다.
Contoh:
가다 = pergi (KK)
먹다 = makan (KK)
예쁘다 = cantik (KS)
B) Perbedaan antara Kata Kerja Statif dan Kata Kerja Aksi
Sebagaimana telah dibahas sebelumnya, kata kerja statif (kata sifat) dan kata kerja aksi dalam bahasa Korea menunjukkan perilaku gramatikal yang serupa dalam hal infleksi (perubahan bentuk). Oleh karena itu, keduanya diklasifikasikan dalam kategori kata kerja. Namun, kemiripan tersebut terbatas, dan terdapat beberapa perbedaan gramatikal yang sangat penting di antara keduanya:
1. Penggunaan Objek
Kata kerja statif tidak dapat mengambil objek dalam kondisi apa pun, sedangkan kata kerja aksi (khususnya kata kerja aksi transitif) dapat memiliki objek dalam sebuah kalimat.
Contoh:
존은 이 컴퓨터를 좋습니다.(×)
존은 이 컴퓨터를 샀습니다. (✓)
John sudah membeli komputer ini.
Satu-satunya cara agar kata kerja statif(kata sifat) dapat mengambil objek adalah dengan mengubahnya menjadi kata kerja aksi(transitif) dengan menambahkan akhiran “~아/어하다” pada akar kata kata kerja statif tersebut:
Rumus:
KS(아/오) + 아하다
KS(selain 아/오) + 어하다
Contoh:
좋다 => 좋 + 아하다 => 좋아하다
무섭다 => 기쁘 + 어하다 => 기뻐하다
Setelah diubah, kata kerja aksi(transitif) yang baru terbentuk ini dapat mengambil objek.
Akhiran ini biasanya menempel pada "kata kerja statif emosi" (seperti baik/suka, benci, takut) dan beberapa kata kerja statif terbatas (seperti cantik, lucu).
Untuk lebih paham, aku akan kasih tabel perubahan kata kerja statif(Kata sifat) ke kata kerja aksi(kata kerja):
KS => KK
좋다 => 좋아하다
Bagus/baik/suka Menyukai/ suka
싫다 => 싫어하다
Benci/tidak suka membenci/tidak auka
무섭다 => 무서워하다
Takut, menakutkan takut/menakutkan
예쁘다 => 예뻐하다
Cantik cantik/menyayangi
이 컴퓨터가 좋습니다
Komputer ini bagus
존은 이 컴퓨터를 좋아합니다
John menyukai komputer ini
제 동생이 싫습니다
Adik saya yang tidak kusukai
저는 제 동생을 싫어합니다
Saya tidak suka adik saya
그 영화가 무섭습니다
Film itu menakutkan
존이 메리를 무서워합니다
John takut Mary
메리는 예쁩니다
Mary cantik
아버지는 늘 메리를 예뻐합니다
Ayah selalu menyayangi Mary
Ada beberapa juga kata sifat yang bisa berubah menjadi kata kerja transitif, seperti kata sifat: 밉다, 무섭다, 기쁘다, 즐겁다, 슬프다, 반갑다, 괴롭다, 귀엽다.
2. Aspek Progresif (Sedang Berlangsung)
Kata kerja statif tidak dapat digunakan dalam bentuk progresif (sedang terjadi), sedangkan kata kerja aksi bisa. Namun, dalam percakapan sering kali kita perlu menyatakan "perubahan keadaan" yang sedang berlangsung. Dalam hal ini, kita harus mengubah kata kerja statif menjadi kata kerja aksi dengan menambahkan akhiran “~아/어지다" (menjadi/semakin).
Rumus:
KS(아/오) + 아지다
KS(selain 아/오) + 어지다
KS(하다) + 해지다
Setelah ditambahkan “~아/어지다”, kata kerja statif tersebut menjadi kata kerja aksi dan dapat menggunakan akhiran progresif “~고 있다" (sedang).
Contohnya:
좋다 (Baik,suka) => 좋아지다 (Menjadi baik) => 좋아지고 있다
메리는 건강이 좋아지고 있습니다
Kesehatan Mary sedang membaik
예쁘다 (Cantik) => 예뻐지다 (Menjadi cantik) => 예뻐지고 있다
메리는 얼굴이 점점 예뻐지고 있어요
Mary wajahnya sedikit demi sedikit semakin cantik
많다 (Banyak) => 많아지다 (Semakin banyak) => 많아지고 있다
해야 일이 많아지고 있어요
Pekerjaan yang harus dilakukan semakin banyak
Dalam linguistik Korea, akhiran -아/어지다 disebut sebagai akhiran inchoative (memulai suatu keadaan). Referensi dari National Institute of Korean Language menyebutkan bahwa pola ini sangat produktif karena hampir semua kata sifat di Korea bisa ditempelkan akhiran ini untuk menunjukkan proses perubahan.
3. Kalimat Perintah (Imperatif) dan Ajakan (Propositif)
Kata kerja statif tidak bisa digunakan dalam kalimat perintah atau ajakan. Namun, dalam teks tertentu seperti Al-qur'an, alkitab, bahkan peraturan semena-mena macam dpr, kata kerja statif terkadang muncul dalam bentuk perintah setelah diubah menjadi kata kerja aksi dengan menambahkan akhiran “~아/어하다”.
Rumus:
KS(아/오) + 아하다
KS(selain 아/오) + 어하다
Contoh:
항상 기뻐하라
Bersukacitalah selalu
Asal kata: 기쁘다 (Senang) => 기뻐하다 (Bersukacita).
0 komentar:
Posting Komentar