Secara umum, bahasa Korea dikenal punya pola kalimat dasar: S(ubject) + O(bject) + V(erb).
Contoh:
존이 메리를 좋아합니다. John suka Mary.
Tapi, bahasa Korea itu fleksibel alias free word-order language, jadi elemen dalam kalimat bisa dipindah-pindahkan selama mengikuti aturan tertentu.
Tiga Aturan Penting (Restrictions):
1. Verb selalu di akhir kalimat.
존이 메리를 좋아합니다. (✓)
메리를 존이 좋아합니다. (✓)
존이 좋아합니다 메리를. (X)
좋아합니다 존이 메리를. (X)
Jadi, apapun yang dipindah-pindah, Verb tidak boleh pindah dari posisi akhir.
2. Modifier harus tepat sebelum kata yang dimodifikasi.
존이 새 차를 샀습니다. (John membeli mobil baru.)
새 존이 차를 샀습니다. (X)
존이 차를 새 샀습니다. (X)
Modifier harus langsung di depan kata yang dia ubah.
3. Tidak boleh melewati batas sub kalimat (clause boundary).
존이 [메리가 차를 샀다고] 선생님에게 말했습니다.(✓)
(John bilang ke guru bahwa Mary sudah membeli mobil.)
존이 [메리가 샀다고] 차를 선생님에게 말했습니다. (X)
(artinya malah: John bilang mobil ke guru bahwa meri sudah membeli)
[존이 차를 샀다고] 메리가 선생님에게 말했습니다.(X)
(Artinya malah jadi: Mary bilang ke guru bahwa John sudah membeli mobil.)
Jadi, kalau ada kalimat kompleks dengan sub kalimat dalam tanda [ ], elemen di dalamnya nggak boleh keluar, kalau dipaksa pindah hasilnya salah atau malah jadi kalimat lain.
Catatan:
Verb(V) artinya kata kerja tapi kedepannya kita bisa simpulkan bisa untuk kata kerja maupun kata sifat.
Descriptive Verb(DV): Kata sifat
Action Verb (AV): Kata kerja
Modifier: Suatu kosakata yang dapat menambahkan informasi di kosakata berikutnya, dan biasa dipanggil adverb(kata keterangan) contohnya seperti : 아주, 많이 , 나쁜, 새, 행복하게, dll
0 komentar:
Posting Komentar