Partikel 은/는 (Penanda Topik & Penanda Fokus Kontras)

Bentuk:

KB(k) + 은

KB(V) + 는

contoh:

저(saya) + 는 => 저는

당신(kamu) + 은 => 당신은


1) Sebagai Penanda Topik (주제 보조사)


Dalam sebuah kalimat, setiap unsur punya fungsi gramatikal tertentu:

ada yang menjadi subjek, objek, predikat, dan sebagainya.

Gabungan semua unsur itu membentuk satu kalimat yang menyampaikan pesan dari pembicara kepada pendengar.

Namun, dalam percakapan alami, Orang korea sering menambahkan satu struktur informasi tambahan untuk menyampaikan pesan secara lebih jelas, disebut penanda topik.

oke, kita beda dulu..

Topik => hal yang akan dibicarakan oleh pembicara.


Pengertian lain juga bisa dibilang, topik adalah informasi lama / sudah diketahui oleh pendengar (atau bisa dipahami dari konteks).

Ciri-Ciri suatu topik dalam Bahasa Korea

Seperti dalam banyak bahasa lain (termasuk indonesia), topik dalam bahasa Korea selalu muncul di awal kalimat. 

dan berbeda dengan bahasa indonesia, bahasa korea ditandai dengan partikel ~은/는, 


Contoh:

존이 메리를 좋아합니다. John menyukai Mary.

존은 메리를 좋아합니다. John menyukai Mary.


Penjelasan:

dalam kalimat kedua, “John” menjadi topik, maka partikel subjek “~이” diganti menjadi “~은”.


Kesalahan Umum Pelajar Asing

Banyak pelajar asing sering keliru menggunakan partikel subjek (~이/가) pada posisi awal kalimat,

padahal posisi itu juga bisa untuk partikel topik (~은/는).

Mereka sering berpikir bahwa posisi awal selalu diisi oleh subjek, padahal dalam bahasa Korea, posisi itu bisa diisi partikel topik.

Contoh Dialog:

A: 고향이 어디십니까? = kampung halamanmu dimana? 

B: 제 고향은 서울입니다. (✓) = kampung halaman saya, adalah Seoul. 

Lebih alami karena “고향” sudah disebut di pertanyaan A.

B: 제 고향이 서울입니다. (Boleh, tapi terdengar tidak alami.) 

Sama halnya dengan contoh berikut: 

A: 가족이 어떻게 되십니까? = (anggota) keluargamu ada berapa? 

B: 제 가족은 모두 다섯 명입니다. = (Anggota) keluarga saya, semuanya lima orang. 

제 가족이 모두 다섯 명입니다. (kurang alami) 

A: 직업이 어떻게 되십니까? = Pekerjaanmu apa?

B: 제 직업은 경찰입니다. = pekerjaan saya adalah polisi. 

제 직업이 경찰입니다. (kurang alami


note: Karena kata “고향,” “가족,” dan “직업” sudah disebut di pertanyaan A, maka B menjawab dengan menjadikan kata tersebut sebagai topik, bukan subjek.


Catatan penting banget

pertanyaan: Apa yang Bisa Jadi Topik?

Jawabannya: apa saja bisa menjadi topik kalimat.

Partikel “~은/는” bisa ditempelkan pada kata benda, frasa, atau untuk sub kalimat.

jika topiknya adalah subjek atau objek, maka “~은/는” akan mengganti partikel aslinya (이/가(partikel subjek) atau 을/를(partikel objek)).

Namun Jika partikel nya bukan keduanya, “~은/는” bisa digunakan bersama partikel lain.


Contoh kalimat Benar dan Salah

존은 학교에 갑니다.(✓) John pergi ke sekolah.

존이는 학교에 갑니다. (Tidak bisa gabung “~이” dan “~는”)(×)

그 선물은 존이 메리에게 주었습니다. (✓) hadiah itu, John telah memberikannya pada Mary. / John telah memberikan hadia itu pada Mary

그 선물을은 존이 메리에게 주었습니다. (×) (Tidak bisa dobel partikel)

그 문제를 해결하는 것은 아주 힘들다. (✓) Sangat sulit untuk menyelesaikan soal itu.

그 문제를 해결하는 것이는 아주 힘들다. (×)

메리에게는 내가 연락하겠다. (✓) Saya akan menghubungi Mary.

여름에는 날씨가 아주 덥다. (✓) Pada musim panas, cuacanya sangat panas.

어제부터는 비가 오지 않았다. (✓) Dari kemarin, tidak turun hujan.


2. Fungsi ~은/는 sebagai Penanda Fokus Kontras (Contrastive Focus Marker)


Kalau muncul bukan di awal kalimat, ~은/는 berubah fungsi , bukan sekadar menandai topik, tapi membandingkan atau menegaskan perbedaan antara satu hal dengan hal lain.

Contoh:

존이 메리는 좋아합니다.

John suka Mary (bukan orang lain).”

존이 사과는 먹습니다.

John makan apel (bukan buah lain).


Jadi posisi ~은/는 di sini memberi penegasan kontrasif , hanya hal itu yang dia lakuin, hal lain tidak.


3. Kombinasi dalam Kalimat yang Sama


Kadang ~은/는 muncul lebih dari sekali dalam satu kalimat.

Dalam hal ini:

Yang pertama (di awal kalimat) = Penanda topik

Yang berikutnya (di tengah) = Penanda fokus kontras(perbandingan)

Contoh:

존은 메리는 좋아한다.

John suka Mary (bukan orang lain).”

존은 메리에게는 아주 잘 해준다.

John, sangat amat memperlakukan dengan baik Mary (bukan orang lain).”


Catatan Penting

Beberapa situasi tampak seperti pengecualian, tapi sebenarnya masih sesuai aturan tadi:

a. Kalimat percakapan

> 나는 좋은데.

(Kalau aku sih) aku suka.

Di sini “는” tetap penanda topik, bukan penanda fokus kontras, karena muncul di awal kalimat.


b. Kalimat kontras antar sub kalimat

존은 사과를 좋아하는데 메리는 싫어한다.

John suka apel, tapi Mary tidak suka.

(Perbandingannya lebih dipertegas oleh kata sambung -는데, bukan oleh “는” itu sendiri.)


c. Kalimat kompleks (sub kalimat bawahan)

존이 메리를 좋아하는 것은 분명하다.

Jelas bahwa John suka Mary.

 “은” menempel pada kata 것 yang berfungsi sebagai topik keseluruhan sub kalimat.


oke satu lagi tambahan... untuk kosakata bentuk waktu macam 오늘, 지금, 어제, dll

itu lebih sering memakai partikel 은/는 daripada 이/가, terus partikel 은/는  meskipun itu ada di depan, jika gabung dengan kosakata bentuk waktu maka itu sebagai penanda fokus kontras(perbandingan) bukan partikel topik

contoh;

오늘은 날씨가 좋네요. hari ini cuacanya bagus, ya (tidak seperti kemarin).

0 komentar:

Posting Komentar

My Instagram