Penanda kasus panggilan digunakan untuk memanggil seseorang atau menarik perhatian lawan bicara secara langsung.
Bentuk:
KB(K) + ~아 (Percakapan)
KB(V) + ~야 수지야 (Percakapan)
KB(K) + ~이여 (dalam tulisan/literatur)
KB(V) + ~여 (dalam tulisan/literatur)
Dalam Percakapan:
Akhiran “~아/~야” dipakai untuk memanggil teman dekat atau orang yang lebih muda dari pembicara, agar mereka memperhatikan.
Biasanya hanya ditempelkan pada nama depan (first name), bukan nama lengkap.
Contoh:
영철아, 우리 내일 극장에 가자. = Youngchul, besok kita Pergi ke bioskop.
수지야, 너 지금 뭐 하니? = Suzy, kau lagi ngapain sekarang?
Karena digunakan dalam konteks akrab, bentuk ini tidak boleh dipakai untuk memanggil orang yang tidak dikenal, atau orang yang lebih tua / memiliki status lebih tinggi.
Dalam Situasi Formal:
Kalau memanggil orang asing atau seseorang dengan sopan, gunakan nama lengkap + akhiran kehormatan “~님”.
Bentuk “~님” bersifat netral, bisa dipakai untuk pria maupun wanita, menikah atau belum.
Contoh:
김영철님, 티켓 카운터로 오세요. = Tuan Kim Youngchul, silakan datang ke loket tiket.
민수지님, 들어오세요. = Nyonya Min Suzy, silakan masuk.
Kalau tahu jabatan orang itu, lebih baik pakai jabatannya daripada namanya.
Contoh:
선생님, 어디 가세요? = Guru, mau ke mana?
팀장님, 내일까지 서류를 제출하겠습니다. = Pak/Bu Kepala Tim, Saya akan menyerahkan dokumennya besok.
Dalam Teks Sastra atau Tulisan Klasik:
Bentuk “~(이)여” kadang digunakan untuk memberi nuansa emosional atau puitis yang lebih dalam.
Contoh:
동포여, 우리 모두 조국의 경제발전을 위해 다 함께 전진합시다. = Wahai saudara sebangsa, mari kita maju bersama untuk kemajuan ekonomi tanah air!
신이시여, 어찌 우리를 버리시나이까? = Wahai Tuhan, mengapa Engkau meninggalkan kami?
0 komentar:
Posting Komentar